Kamakura
Kamakura(鎌倉市), sebuah kota yang terletak 50 km barat laut dari Tokyo. Kota yang terletak di prefektur Kanagawa ini merupakan tempat yang populer untuk wisatwan asing & juga warga lokal karena di kota ini terdapat beberapa tempat wisata, terutama candi Budha dan kuil Shinto yang beberapa diantaranya dibangun 1200 tahun yang lalu. Sekarang saya akan mengajak kalian melihat beberapa diantaranya.
Kuil Hasedera
Pertama-tama kita akan melihat Kuil Hasedera. Asal-usul kuil ini menurut legenda dibuat pada tahun 721 setelah masehi oleh seorang biarawan yang saleh, bernama Tokudo Shonin. Biarawan ini menemukan sebuah pohon kapur barus besar di hutan pegunungan dekat desa Hase di daerah Nara. Dia menyadari bahwa ukuran batang pohon itu sangat besar, sehingga tersedia cukup bahan untuk membuat dua ukiran patung Kannon berkepala 11. Bagian bawah patung ini diabadikan di Kuil Hasedera, sedangkan bagian atas patung ini dibuang ke laut dengan doa supaya patung ini muncul kembali sebagai penyelamat manusia. 15 tahun kemudian patung ini terdampar di Pantai Nagai di Semenanjung Miura, tidak jauh dari Kamakura. Patung ini kemudian dibawa kembali ke Kamakura dan dibangun ulang oleh kuil tersebut.
Gerbang Kuil Hasedera
Lokasi ini cocok untuk para wisatawan yang ingin menghindari keributan dan kepadatan kota Tokyo.
Patung pelindung anak-anak
Patung-patung Budha seperti ini akan banyak ditemukan disini
Patung penjaga bayi yang tak terurus, diaborsi, tidak diinginkan, atau yang mati muda.
Patung ini diletakan di kuil untuk warga masyarakat di sana yang ingin meratapi anaknya yang meninggal ketika masih bayi atau anaknya yang tidak terurus atau janin yang diaborsi.
Gambar di atas merupakan gambar Rinzo. Rinzo ialah rak buku yang dapat berputar.
Patung Taishakuten
Dua patung di atas merupakan 2 patung dari 4 patung Shitteno. Shitteno ditugaskan untuk menjaga 4 arah mata angin dari setan. Makhluk yang diinjak oleh patung itu merupakan lambang dari setan (Gaki). Keempat patung ini diperintah oleh Taishakuten. (Patung yang duduk ditengah)
Ini adalah Aula Kannon, rumah bagi patung Hase Kannon
Pemandangan kota dekat pantai dari Hasedera
Kuil Hasedera ini dikelilingi oleh hutan bambu
Pantai yang terletak di Kamakura
Ember, sikat dan kain yang digunakan untuk membersihkan kuburan batu, dan patung yang terdapat di kuil
Kolam ikan koi
Pengunjung kuil menggantungkan doa-doa harapan mereka di papan ini
Di belakang kuil, terdapat lorong-lorong yang mengarah kepada gua-gua yang bersisi patung-patung dewa.
Ambilah sebuah lilin kemdian taruh di depan salah satu patung dewa yang merepresentasikan kebaikan yang berbeda-beda, seperti kesehatan, kekayaan, keberuntungan, dan lain-lain.
Patung ini bernama Benten. Benten merupakan satu-satunya dewa perempuan dari 7 dewa-dewa keberuntungan yang ada di gua ini. Benten biasa juga disebut Peri sungai didalam mitologi Indian. Ia merepresentasikan semua hal yang mengalir (air, musik, bahasa, seni, dll). Oleh karena itu, patungnya sedang memegang kecapi.
Salah satu dari 16 saudara perempuan Benten
Snitch dan Hello Kitty yang menjadi Buddha
Kamakura Daibutsu atau patung besar Budha Kamakura, terletak di di kuil Kotoku-in. Patung yang dibagun menghadap arah barat ini dibangun pada tahun 1252. Pemahatnya ialah One-Goroemon dan Tanji-Hisatomo.


Sepeninggal kematian Yoritomo, seorang hakim Yoritomo yaitu Idana no Tsubone mengirimkan ide pembuatan patung ini kepada istri Yoritomo, Hojo Masako. Masako pun menyetujui rencana ini. Kemudian Idana no Tsubone menghabiskan sisa hidupnya untuk mengumpulkan dana pembuatan patung ini. Singkat cerita, pencarian dana ini diteruskan oleh seorang pendeta bernama Joko, yang berkeliling Jepang untuk mencari dana. Akhirnya pada ahun 1238, dana sudah cukup dan pekerjaanpun dimulai.
Patung Budha yang perama kali dibuat terbuat dari kayu, dan diberi rumah dari kayu untuk melindungi patung ini. Patung kayu ini rusak akibat badai, maka Idana no Tsubone dan Joko memutuskan untuk membangun ulang dengan menggunakan perunggu. Patung perunggu ini mulai dibuat dari tahun 1252, dan memakan waktu 12 tahun. Setelah selesai, patung tersebut disimpan di aula dari kayu untuk melindunginya.
Sayangnya kembali hancur oleh badai pada tahun 1335. Patung yang hancur ini dibangun ulang tetapi aula kayu ini runtuh akibat angin ribut pada tahun 1368. Aula yang runtuh ini dibangun ulang, sayangnya kali benar-benar hancur karena terjangan tsunami pada tahun 1498, akan tetapi patung Budha ini masih berdiri kokoh diantara reruntuhan. Semenjak itu, patung Budha Kamakura ini dibiarkan berdiri di ruang terbuka.
Badai besar yang menimpa pada tahun 1335 yang menghancurkan aula Budha itu, juga menyebabkan kematian 500 samurai yang ketika badai terjadi sedang berlindung di dalam aula tersebut. 200 tahun kemudian setelah ditimpa tsunami, patung Budha Kamakura ini rubuh. Pada saat itu, rerubuhan patung dijadikan tempat persembunyian para pejudian-pejudian Jepang.
Seorang pendeta dari kuil Zojoji yang bernama Yuten, berencana untuk memperbaiki patung Kamakura ini, kemudian ia mulai mengumpulkan donasi tahun 1712. Tanpa usaha yang dilakukan Yuten, patung ini tidak akan pernah selamat. Oleh karena itu untuk mengenang jasa Yuten dan kontributor lainnya, empat daun bunga teratai dari perunggu dibangun di belakang paung Budha dengan nama mereka terukir disana.
Peta lokasi sekitar Kamakura
0 comments:
Post a Comment